Pages

Showing posts with label YOU. Show all posts
Showing posts with label YOU. Show all posts

Friday, May 30, 2014

KEPADA TUAN PENEGUK KOPI

Selamat menunggu larutnya pedih, Tuan peneguk kopi
Duduk saja yang manis disudut teras depan sana
Coba hempaskan perihmu pada kilau cahaya senja yang hendak merambat pergi
Tuan butuh waktu untuk sendiri, menyendiri
Mungkin kita sedang marah karena rindu, coba dulu bertemu, mungkin akan meredakan amarahmu
Mungkin juga dapat meramaikan kembali ruang-ruang hampa tak berisi
Cerita itu rupanya ikut menyedot habis kesaratanmu
Kamu sekarang kosong melompong, Tuan
Teruntuk Tuan yang suka menyesap tepian cangkir kecil di kafe dengan berteman sepi
Coba hangatkan badan dengan mengalirkan ramuan pahit itu ke dalam tubuhmu
Menyatu dengan janji manis yang kau utarakan sejengkal sebelum pergi
Kita sekarang duduk berhadapan
Aku adalah sepimu
Sama-sama mulai menyesap kopi
Aku uapnya, kamu rasanya
Biar, biar saja
Kita akan bersama-sama meneguk rasa yang sama
Rasa yang melukis luka sewaktu lampau
Yang pernah menyertakan kenyamanan dalam setiap perjumpaan
Dalam setiap lanskap yang pernah kita tamui
Walau semua hanya sekadar penepatan janji atas pertemuan sebelumnya yang belum tuntas
Walau kita sama-sama tahu bahwa kita selalu butuh waktu untuk bertemu
Tak mengapa
Pertemuan kita adalah tiada akhir, Tuan peneguk kopi..


Thursday, February 27, 2014

THE DEAD END ROAD

I just wanna play with words
Recently, I got the time machine rotated and sign that moment
The moment that i have been waitin’ for
I can’t say i am happy for it
Too mature to understand that all gonna be well
That mini-heart attack after our glimpse was always remind me if you are special
But no conversation then
We just keep walking and let our mind make their own expectation
It is never happened before and i dont know what should i do now
Easily get jealous with the girl beside you was really annoyed my mood
Your chat is flat but i love the way you keep our convo going
You never be my man, just for now, you never
I get stuck
Confused about continuing this unpredict-story or going back
Cause we are on the dead end road


(location: Politeknik Negeri Jakarta)

(location: Universitas Indonesia)

Wednesday, April 10, 2013

Retorika Senja

Bersama petang keagungan semesta, aku menulis.
Diantara jarak kampus dan rumah, aku berpikir.

Kamuku masih kamu yang dulu, yang sempat kujanjikan takkan kutulis lagi. Tapi, gelombang suci maha keren menggugurkan janji jadi seucap basi.
Asa bahkan tak pernah bayangkan jika kamu akan sering kubahas. Dalam sajak paling rindu berbalut guyuran hujan. Dalam tata cerita impian pengiring lelap malam. Dalam sejengkal langkah menuju cita. Juga dalam lamunan sepi ruang kelas.
Kamu adalah duluku yang hanya sekilas mata pernah menatapku dan bersambut tatapan heran menyelidik dariku. Lalu sekarang dan kemudian, aku menjadi orang paling ingin tahu bagaimana-mu.
Masa itu pernah ada. Punyaku juga milikmu. Tanpa ada gelombang suci maha keren. Hanya klik mata saja, hanya desakan bahagia telah jumpa yang terjebak ujung bibir. Tapi kita, maksudku, pikiranku dan pikiranmu sama. Sama-sama ingin ada perjumpaan setelah itu. Setelah aku melihatmu diujung sekian meter dan kamu juga melihatku diujung sekian meter berlawan arah. Sedang saling mengamati satu sama lain. Pupil matamu selalu menunjukku, mengikuti kemana perginya aku. Dan aku tahu itu, wahai kamu.
Kali ini semesta mendukung sedihmu. Turut berduka atas patahnya hati yang pernah bahagia. Semoga ia kau simpan ditempat yang benar. Yang gelap, sempit, dan tak bisa terusik. Aku harap tempat itu mampu membuatnya tak bangkit. Harapan yang diselipkan pada doa paling nelangsa untukmu, dari aku.
Pun walau aku tak mau diperlakukan seperti itu jika aku dan kamu akan berakhir sama. Semua makhluk berakal kurasa punya sisi itu. Sisi paling ingin memiliki dan dimiliki diwaktu yang tidak tepat.
Semoga kamu tahu bahwa aku sedang menunggu. Menunggu sapaan dari bibir merahmu. Menanti ajakan  makan siangmu. Bersama tersenyum malu atas tatapan mata yang selurus. Aku ke kamu, kamu ke aku. Terlalu dusta jika masih berbicara dengan kira saja. Lalu bagaimana bisa tahu pastinya? Lagi-lagi hanya kamu yang tahu jawabnya.
Disini, diantara ketakutan akan perih berlebih oleh "Memangnya kamu siapaku."-milikmu, aku memilih berkata lebih dulu. Berkata dalam bendung tinta hitam yang tak tercetak. Hingga kamu bisa memblok lalu menyalinnya dikumpulan harapanmu atau memblok klik kanan delete karena ini terlalu sampah? Silakan pilih, itu hakmu.

Masih dalam harapan yang sama. Kamu membaca ini tanpa bertanya "Apa maksudnya?". Dari aku yang terlalu dini untuk menyebutmu php. (re: pemberi harapan palsu)

Dan gelombang suci maha keren itu kusebut cinta.

Monday, July 2, 2012

Salamku Buat Kamu

Hai, aku perindumu. Datang kembali untuk menyapamu, mengajakmu berbicara lewat ini. Ya, aku tak mampu tuk memulai sebuah percakapan denganmu. Tak juga berani tatap mata sayumu. 

Aku hanya ingin beri kabar bahwa aku telah memutuskan untuk mengakhiri semua drama imajinasi ini, aku akan segera mencari aktor penggantimu, iya segera. Kamu sudah cukup beri bahagia palsu dalam hidupku, juga tawa sendu berakhir pilu, aku tak mau ada lagi yang seperti itu.

Kamu perlu tau bahwa aku tau apa-apa yang tak kamu pikir aku akan tau. Dan ketauanku itu hari ini membuatku sedih, aku menagis. Menangis tersendu disudut kamar berdebu milikku. Tak menyangka sebegitu parahnya rasa ini hingga aku berani tangisimu. Aku tau, sejak lama aku yang berlebihan kembangkan rasa ini. Tolong dipahami, aku belum pernah punya rasa itu, rasa yang semua teman2ku pernah punya. Aku berbeda dengan mereka dan aku ingin menjadi seperti mereka.

Aku wanita, disini wanita tak pernah memulai, ia hanya bisa menunggu kabar gembira datang dari lelaki pujaannya. Ah si wanita pasti akan senang bila nyata adanya.

Aku juga titip salam untuk kekasihmu itu. Aku percaya bahwa dia akan berimu banyak kebahagiaan. Jaga sampai lama keharmonisan kalian hingga waktu mengajak kalian berpikir dewasa untuk mengakhiri semuanya. Entah berakhir dipelaminan atau surat putusan. Itu pilihan kalian. Semoga yang terbaik untuk kalian, terutama kamu, pemeran utama imajinasiku. Sempurnaku.

Sekarang aku tau, hidup itu tak melulu soal harapan. Aku belajar dari sini. Terimakasih untuk masa putih abu-abuku yang berakhir dengan cerita tentangmu. Yang tak pernah tau ini.

Aku tak punya lagi harapan yang sebesar dulu ketika aku masih suka menulis tentang kamu. Aku selalu memotivasi diri bahwa kamu membaca ini hingga aku terus semangat menulis tentangmu, di notesku. Sekarang sudah tak ada motivasi lagi, bahkan untuk menyelesaikan ini saja aku harus meyeka air mata berulang kali dengan tetap tersenyum. Rasanya palsu.

Oh iya, kamu tak perlu tau aku sedang menulis tentang kamu. Biar orang lain saja yang tau.

Disini, aku sebagai pemeran utama wanita yang bersikap berlebihan ketika habis jumpaimu. Dari situ nanti akan selalu ada imajinasi baru pengiring tidurku yang berperan utama lelaki, kamu. Kamu sempurna, hingga sanggup ku tempatkan di setiap peran. Kamu cocok jadi apa saja, tapi bukan jadi kekasihku.

Kamu, jaga kesehatanmu. Rinduku untukmu akan kusimpan diruang hatiku yang dingin agar beku dan dapat kucairkan ketika waktu pertemukan kita lagi. Entah kapan. Semoga akan ada pertemuan itu dan aku harap bukan yang terakhir karena aku masih ingin berkata padamu tentang semua ini. Suatu hari nanti.

Ah, aku berkhayal tentangmu lagi. Baiklah, untuk malam ini saja, ijinkan aku tidur dengan imajinasi tentangmu. Selamat malam!

Wednesday, June 20, 2012

Dua, Satu = Aku, Kamu

Aku lelah berharap
bergantung pada harap
dan hidup pada harapan.
Ini aneh, tapi aku rasa nyata.
Aku punya rasa yang aku pikir kamu juga punya
aku selalu punya rindu yang tak pernah bertemu tuan rumahnya
rinduku tak berpeluk, kawan
rinduku padamu, si adam yang singgah disana.
Biar kusapa dulu. Hai, apa kabar?
lalu bisu berucap dengan angin.
Dingin. Ya, ini masih pagi, subuh pun belum.
Senyum manis dari kumis tipis, aku menyapamu?
Aku tak suka kamu yang ini, tapi aku selalu suka disisi lainmu selain ini.
Banyak, tak perlu ku sebut, bisa habis huruf ini tulis semuamu.
Sempurna? Hanya Tuhan yang punya
namun kamu nampak sempurna buatku.
Tadi satu, dua lalu tak terhitung lagi banyak kecocokan mimpiku padamu.
Mimpiku akan terwujud di kamu.
Seharusnya indah karena semua orang ingin mimpinya terwujud.
Tapi aku bukan punyamu.
Itu, itu saja mauku
kamu mengerti bukan?



Puisi 2010ku


IMPIANKU
 
Pelayaranku telah sampai di pelabuhan impian
Setelah aku jauh
Lama tak kembali
Lewati karang, terjang ombak
Mencari harapan di titik putih
Terang dan bersinar
Pertarungan ombak aku acuhkan
Hujan badai tak ku pedulikan
Lihat
Lihat itu
Samar
Ada setitik api di kegelapan.

Sebelas bulan tiga dua ribu sepuluh

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
Ditulis dalam kegelapan malam bersama tetesan hujan (081010)
 
Penantian SEMU
 
Satu, dua, tiga dari mereka mendekat
menyentuh kebekuan ini, tapi gagal
entah apa yang membedakan
Aku tak bisa menerima mereka
sulit bagiku membuka penjara hati ini
Sungguh!
Aku tak mau..
Aku masih ingin seperti ini
bertahan di kesunyian malam, sendiri
tanpa pendongeng apalagi pengecup kening selamat tidur
semua terasa pilu
ada yang kurang, sangat penting bahkan
aku coba menolak kenyataan
tapi ia begitu kuat menenkanku hingga membuatku…
ah aku mengaku
Yaaa, aku butuh kamu
aku butuh…..
Kamu!
Pewarna polosnya jiwaku
Dan pemberi pelangi kehidupanku
Tapi siapa kamu?
Aku tak mengenalmu
Kapan aku bisa bertemu denganmu?
Ah, pasti kamu akan datang,
Kamu janjiku
Aku menunggumu sayang, disini
telah kusiapakan ruang di sudut hatiku,
Untukmu sayang….

Tuesday, June 19, 2012

The Way You Look At Me

I post this song especially for you who look at me across the way.

The Way You Look At Me
                    by Christian Bautista

No one ever saw me like you do  
All the things that I could add up too 
 I never knew just what a smile was worth  
But your eyes say everything without a single word

'Cause there's somethin' in the way you look at me 
 It's as if my heart knows you're the missing piece  
You make me believe that there's nothing in this world I can't be 
 I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me

If I could freeze a moment in my mind  
It'll be the second that you touch your lips to mine  
I'd like to stop the clock, make time stands still 
 'Cause, baby, this is just the way I always wanna feel

'Cause there's somethin' in the way you look at me 
It's as if my heart knows you're the missing piece  
You make me believe that there's nothing in this world
 I can't be I never know what you see 
But there's somethin' in the way you look at me


I don't know how or why I feel different in your eyes 
 All I know is it happens every time

'Cause there's somethin' in the way you look at me  
It's as if my heart knows you're the missing piece  
You make me believe that there's nothing in this world
 I can't be I never know what you see 
But there's somethin' in the way you look at me

The way you look at me



Damn! I love this song very much. So heart-touching.