Pages

Wednesday, February 5, 2014

TUAN, INI INDONESIA KITA

            Tersebutlah negeri yang amat ku cinta bernama Indonesia, bukan Endonesa.

Senin mengawali hari, kami terdidik untuk senantiasa berdiri mendongak ke satu titik, menghormati bendera pusaka negeri. Merah putih, bendera Indonesiaku. Kebiasaan sejak sekolah dasar yang melekat hingga kini; upacara bendera Senin pagi. Bukan hanya hari Senin saja, kami juga merayakan hari libur nasional lainnya dengan upacara selama masih sekolah.

Negeriku cantik nan menawan. Maka, jangan hukum negeriku, Tuan. Biar kata mereka birokrasinya bobrok digerogoti tikus-tikus berdasi. Tapi lahirku di sini Tuan, di negeri yang elok damai ku cinta. Alam cantiknya bantu cukupi kebutuhan panganku, juga kebutuhan jiwaku atas potensi baharinya yang tersohor sampai ke negara belahan sana. Pantai dan laut Indonesia memimpin di deretan pertama you have to visit dalam list vacation skala dunia. Bahkan, beberapa daerah di Indonesia bisa punya nama di kancah internasional atas banyaknya kunjungan turis yang ingin berwisata, sebut saja Bali dan kepulauan Nusa Tenggara yang baru saja menominasikan pulau Komodonya ke dalam tujuh keajaiban dunia.

Kerajinan tangan khas Jepara yang berupa ukir-ukiran juga tak kalah cantiknya. Begitu pun kain songket khas Palembang yang mendunia. Indonesiaku kaya, Tuan. Indonesiaku yang merupakan gabungan dari beberapa provinsi memiliki tarian, baju adat, bahasa, dan adat istiadat yang berbeda disetiap daerahnya. Maka kita terkenal sebagai negara yang punya banyak budaya. Dan tanpa kita sadari, kita besar dengan dua bahasa, bahasa ibu (bahasa Indonesia) dan bahasa daerah, Tuan.

Apa Tuan tahu bahwa Indonesia sudah tidak 33 provinsi lagi? Biar ku beri tahu, sekarang provinsi di Indonesia bertambah satu, sudah ada Kalimantan Utara yang beribukota di Tanjung Selor. Bukan kesalahan lagi jika kita latah menyebut Kalut sebagai provinsi dalam tebak-tebakan mengenal Indonesia. Biar pun seberapa banyak Indonesiaku terbagi, buatku, Indonesia adalah satu. Bhinneka Tunggal Ika. Bukan hanya pulau Jawa atau Sumatera yang boleh punya nama. Samarinda dan Papua silakan bersua.

Mari ku kenalkan lagi dengan pulau bernama Miangas dan Rote yang menjaga kita di utara dan selatan negara. Nama yang terdengar asing di telinga bukan? Kita selama ini hanya mengenal batas Indonesia bagian barat dan timurnya saja, yaitu Sabang dan Merauke. Tahukah Tuan bahwa Miangas letaknya hanya seperlemparan batu saja dari Filipina? Bahwa pulau-pulau di paling utara Indonesia kaya akan hasil ikan-ikannya. Dan pulau Rote Ndao (atau pulau Dona) punya sejumlah resort yang sekarang beratasnamakan orang asing. Kabar buruk yang sudah bosan kita dengar. Tak perlu Tuan menyalahkan pemerintah atau orang-orang berkepentingan lainnya yang lengah  mengawasi kelengkapan Indonesia. Sudah bukan masanya lagi bertanya Mengapa karena yang kita butuhkan sekarang adalah Bagaimana. Bagaimana menjaga yang masih ada karena sudah selayaknya kita berterimakasih kepada Sabang, Merauke, Miangas, dan Rote yang telah merajut Indonesia dan setia mejaga lini geografis kita. Bukan karena jarang terdengar lantas Tuan tidak  mau mengenalnya?

Indonesia baik sekali Tuan, mengijinkan aku dan Tuan untuk tinggal di sini. Menyediakan semua keperluan kita, mengenalkan kita pada surga yang tergapai di bumi. Ingin melihat Samudra Hindia, mudah saja aku bisa ke pulau Sempu di Malang yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Ingin ku melihat keindahan laut tinggal pergi ke Papua Barat dan menyelam di Raja Ampat. Atau berwisata mengunjungi Danau Toba (danau vulkanik terbesar di dunia) di Sumatra Utara yang ditengahnya terdapat pulau Samosir. Ingin ku menikmati keindahan Indonesia dari ketinggian, mendaki ku ke Mahameru, gunung tertinggi di tanah Jawa, melihat istana di atas awan dan bersantai sebentar mengagumi cantiknya Ranu Kumbolo, telaga di lereng Mahameru. Atau jika belum puas, aku bisa bermain-main ke Pegunungan Karst Bantimarung di Sulawesi Selatan yang mempunyai lanskap memesona. Tak perlu jauh-jauh ke Afrika kalau di Baluran, Jawa Timur saja kita dapatkan tanah lapang yang kering dan tandus. Ah, Indonesiaku terlalu banyak indahnya, tak cukup jika kujelaskan satu persatu, Tuan. Biar Tuan tahu sendiri karena masih ada banyak lagi yang tak tersebut dan tak kalah mengagumkannya. Menceritakan beberapa saja sudah memesonakanku, yang begini bagaimana aku tidak kagum pada Indonesia?

Membayangkan cantiknya Indonesia saja bisa membuat perut lapar. Kalau bicara soal makanan, masakan orang-orang Indonesia ini juara, Tuan, bumbunya khas karena banyak menggunakan rempah-rempah. Ingatkah Tuan bahwa Indonesia pernah dijajah bangsa Eropa karena mereka ingin menguasai hasil bumi kita? Bangsa lain saja sebegitu menginginkan sumber daya alam kita sampai menjajah, lalu kita yang punya hak milik atas ini semua hanya diam berpangku tangan saja? Presiden dunia kita, Barack Obama, bahkan masih mengingat betul masakan Indonesia yang juga kesukaan kita semua; kerupuk, sate, bakso, dan nasi goreng. Makanan khas Indonesiaku sungguh luar biasa enaknya, Tuan.

Orang-orang Indonesia ini juga kreatif, Tuan, terutama para pedagangnya. Ada saja yang suka berjualan diatas atau dibawah jembatan. Ada pula yang memanfaatkan lahan kosong di tepi jalan. Juga ada pedagang asongan yang suka ketuk kaca jendela mobil di traffic light jalanan protokol atau masuki bus (kereta juga) penumpang dari jurusan satu ke jurusan lain disebelahnya. Ada lagi yang berjualan perabotan rumah tangga dalam mobil bak terbuka dengan berkeliling kampung. Dan yang paling dirindukan oleh warga Indonesia yang tinggal di luar negeri sana adalah keberadaan pedagang makanan keliling sampai tengah malam di komplek perumahan yang bantu atasi kemalasan kita untuk sekadar keluar membeli makan. Semuanya tadi hanya ada di Indonesia, Tuan.

Hasil perkebunan kita juga banyak yang diekspor ke mancanegara hingga menjadi favorit orang-orang Eropa, Amerika, Asia, Afrika, dan Australia. Bisa dibilang kopi, siapa yang tidak mengenal kopi luwak dan kopi Jawa? Kopi Luwak yang berasal dari kotoran hewan Luwak dan kopi Jawa yang merupakan salah satu jenis kopi yang berpengaruh di dunia, sampai-sampai “Java” menjadi slang bahasa inggris dari kopi. 

Setiap daerah di Indonesia memiliki jenis dan cita rasa masakan yang beragam. Makanan dengan rasa asin pedas manis gurih semuanya tersaji di sini. Betapa aku tidak bahagia akan banyaknya makanan murah nan halal di sini. Tak perlu ku repot bertanya? Is that pork? Di setiap aku hendak memesan makanan seperti yang pernah kulakukan dulu, di negeri seberang sana.

Perpaduan ramuan tanah air yang begitu indah untuk ditinggali hidup mati. Hingga aku besar dengan gema suara adzan di tiap hari dan dewasa karna perbedaan suku, budaya, dan agama yang beranjak menghakimi. Mati pun ingin ku dipeluk bumi ini. Maka aku tak suka Tuan terus menerus menyalahkan negara ini, menjatuhkan nama baik ibu pertiwi dengan omong kosong yang tak menjelma perubahan. Hanya karena kesalahan orang-orang yang mengambil hak kuasa atas negara, bukan berarti Indonesiaku salah seutuhnya, Tuan. Tolong jangan Tuan padang dari kacamata politik saja.

Biar Tuan-tuan sekalian berkata Indonesia itu buruk, namun aku tetap punya cinta untuk Indonesia. Asal Tuan tahu, Indonesia masih mempunyai banyak tunas integritas. Semaikan dan rawatlah hingga berbunga mekar cantik. Aku tahu, bukan hanya mereka yang salah, melainkan kita, yang lalai pernah punya cinta untuk Indonesia.

Unik ku bilang negeriku ini. Miliki banyak tanggal merah di kalender tahunannya. Bahagiakan semua anak sekolah yang penat hadapi tumpukan tugas tiada akhir. Semua murid yang bersekolah di sini wajib pahami semua mata pelajaran sebelum akhirnya penjurusan di jenjang menengah. Ingat, bekal kita banyak, Tuan. Senjata kita ada. Dan Tuan masih pesimis negara kita bisa maju dan bebas dari penjajahan oleh rakyatnya sendiri?

Tak bisa ku bayangkan jika aku tak menginjak tanah ini lagi. Airnya yang ku minum tiap hari, tanahnya yang kupijak tiap ku melangkah. Bahkan aku mau-mau saja makan di tanah lapang dengan tangan berlumpur. Kata mereka, biar menyatu dengan tanah. Kalau tanahnya bukan milik Indonesia, mana aku mau? Dan rela saja aku bergulung-gulung di rumput basah, merayap memeluk bumi. Kalau bukan cinta Indonesia, aku tak tahu lagi apa namanya.

Sekarang Tuan sudah ku kenalkan dengan mereka, penghuni gugusan pulau-pulau bernama Indonesia ini, maka, sekarang saatnya Tuan menyayangi kita, Indonesia, dengan memperbaiki citra yang sudah buruk dimata masyarakatnya sendiri. Lalu biar takdir yang mengijinkan Tuan mengabdi untuk Indonesia.

Kini saatnya kita membahagiakanmu, Indonesia. Membuatmu tersenyum karena bumimu kembali cantik, karena masyarakatmu kembali rukun saling mengasihi. Tunggu waktunya tiba, kita berbalas budi padamu dengan mengharumkan nama bangsa.


Friday, January 31, 2014

MY MOST PLAYED SONG

Beberapa hari lalu disms temen nanyain apa lagu yang lagi disukain, satu lagu berbahasa indonesia dan satu lagu lagi berbahasa asing. Agak random ya, mungkin temen saya itu sedang mengadakan survey atau lagi bosen sama music playlist di handphonenya makanya cari rekomendasi lagu. Hmm, kemudian kepikiran buat share lagu-lagu apa aja yang emang akhir-akhir ini sering aku play.

Ini nih sms balesanku:
1. Lagunya Tulus, judulnya Sepatu. Lagi neghits banget nih di Path. Banyak yang apdet lagu ini!
    Kita adalah sepasang sepatu
    Selalu bersama tak bisa bersatuu~ 


Kita sadar ingin bersama
    Tapi TAK BISA APA-APA
    huhu gak curhat kok gak curhat huhu.. *meres air mata*

2. Lagu yang bahasa asing, aku lagi suka Break Even-nya The Script. Gara-gara masuk request
    pas karaokean kemarin sih.. sila didengar. Sendu-sendu gimana gituu~
  

   I'M FALLING TO PIECES
   I'M FALLING TO PIECES
    *kemudian lari-larian di bawah hujan*
     hahaha agak lebay, biarin.

Euumm sebenernya ada satu lagu lagi yang keren apalagi kalo diplay pagi-pagi sebelum ngampus. Bisa charge semangat yang kendo. Lagu kebangsaan waktu ospekku (Dinamika) kemarin. Asli bikinan kakak tingkat khusus buat angkatan kita. Keren kaaan. Keren dooong. Harus. ahaha play play!

Generasi Matahari



Udah deh itu ajaah. Jangan salahin aku kalo ntar pada kecanduan puter lagu-lagu tadi. Mihihi :3

Tuesday, December 31, 2013

DREAM(ING)

Met minggu maleman terakhir di 2013 cemans-cemans. Gimana resolusi kamu di tahun ini? Udah kecapai berapa persen? Aku sendiri alhamdulillah udah banyak yang kecapai. Seneng banget bisa bilang gini, walau dulu nulis resolusinya gak diatas kertas, cuma diharepin aja tapi hasilnya bisa sampe segini. Bangga dan bikin pengen ngelanjutin bikin resolusi baru untuk tahun 2014 supaya bisa dilist secara mendetail dan lebih semangat menggapai mimpi yang urung dicapai. :)

Boleh ya sedikit share resolusiku apa yang kecapai di tahun ini? Resolusi besar di tahun ini ya bisa kuliah akuntansi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara like i wish before. 

Entah kenapa saya ngebet banget pengen kuliah di jurusan ini. Apalagi setelah beberapa kali ikut tes psikotes sewaktu SMA hasilnya selalu Akuntansi direkomendasiin paling pertama. Syukur sesuai minat bakat jadi tinggal realisasinya aja. Karna saya tau gak semua bakat orang itu sesuai dengan what they want to be.

Ternyata menggapai mimpi itu ngga sesulit yang dikira sebelumnya selama kita ada usaha buat ngegapainya dan doa yang tak putus dilantunkan.

Just share. Dulu tiap ditanya pengen kuliah mana selalu jawab STAN, sekalipun ngga buka pendaftaran tetep aja kalo ditanya jawabnya gitu sambil ngarep STAN bakal buka pendaftaran selama umurku cukup. Bahkan untuk ngejawab selain STAN pun ngga ada persiapan, ngasal aja sebutin PTN favorit, karna emang ga ada passion buat kesana (PTN), cuma pengen-pengenan doang. Hehe.

Support dari orang-orang sekitar juga perlu buat ngewujudin mimpi kalian. Ya bayangin aja sih kalian jalan, jalan sendiri. Apa ngga rasanya ada yang kurang? Kaya kalian usaha bukan buat siapa-siapa selain diri kalian sendiri. Ntar kalo udah kena goal bahagianya mau di-share ke siapa? Happy happy sendiri? Ga seru kan? Makanya kita butuh sahabat dan orang tua yang selalu ngerestuin apa yang kita mau.

[pict from google]

Cara ngebahagiain orang tua juga bukan berarti cita-cita kita adalah cita-cita mereka. Okaylah mereka kepengen anaknya jadi ini jadi itu. Tapi kita juga harus punya mimpi sendiri dong, syukur syukur sejalan sama mimpinya orang tua. Kalo ada yang cita-citanya crash gimana? Selama itu bener-bener kepengenan kalian dan bersifat positif, tunjukin aja ke orang tua kalian kalo kalian itu mampu dan bisa buat meraih mimpi itu. Orang tua yang ngga setuju bisa jadi karna mereka masih ragu dengan cita-cita kalian itu, mungkin karna ya mereka tau kemampuan kalian itu seberapa. Dan inget, orang tua lebih berpengalaman dan tau mana yang terbaik buat anaknya. Doa orang tua itu dijabah sama Allah lho jadi kan lebih enak kalo apa yang kita lakuin dibarengin doa dari orang tua? ;)

Saya pernah satu tahun kuliah di jurusan pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, ya, bakal jadi guru. Dulu karna itu pilihan ketiga waktu tes univ. Pilihan pertama sama kedua memang saya yang pilih, tapi di pilihan ketiga ini bapak saya yang ngusulin. Atas pertimbangan saya juga akhirnya mau, walau sebenernya bukan ini jurusan yang saya ingin tekuni. Yang saya pikir dulu, apa salahnya jika saya menuruti orang tua? Toh, siapa tau jalannya disitu. Tapi nyatanya itu cuma jalan satu tahun karna saya masih mau ngejar mimpi saya kuliah akuntansi. Basi kalo saya cuma bilang pengen aja ke ortu tanpa ada aksi. Makanya di tahun selanjutnya saya ikut tes univ lagi dan lolos di pilihan pertama saya (baca disini). Dari sini udah bisa ngebuktiin kalo saya mampu buat ngewujudin apa yang saya pengen. Dan pada tahun yang sama, STAN buka pendaftaran, orang tua udah ngasih pilihan sepenuhnya ke saya mau bagaimana.

Saya dulu juga mikirnya nurut aja si sama ortu daripada gak berkah kan? Tapi semua yang gak sejalan bisa dilurusin pake niat dan semangat (usaha); bukan omong doang : )))

Orang tua saya kemudian mendukung semua mimpi saya, bahkan bapak rela aja nemenin saya latihan lari pagi-sore buat persiapan tes fisik tahap kedua masuk STAN. Bapak juga liat saya lari di lapangan saat hari H. Waktu saya tanya kenapa ngga liat saya lari dari deket aja, bapak cuma bilang: “Bapak ngga tega liat kamu lari, biasanya lari 2x keliling lapangan (lebih kecil dari lapangan ujian) udah ngga kuat. Ini tadi bisa 3x lebih ngga berhenti”. Gimana saya ngga terharu? Syukur alhamdulillah bapak bisa liat sendiri perjuangan saya :”).

Dan saat kita sama-sama lihat nama saya terpampang di daftar mahasiswa STAN bapak bilang: “Bapak bangga sama kamu”. Baru sampai sini saja saya udah bisa ngewujudin mimpi saya bahkan impian semua anak; ngebanggain orang tua. Kalian gimana? Hehe rasanya memang harus punya mimpi lagi yang lebih besar dan spesifik biar lebih cetar :p.

Kalo masih ada yang tiap ditanya cita-citanya apa jawabnya ngabahagiain orang tua aja namanya belum punya mimpi. Pernah denger ada yang bilang gitu dan saya setuju.

[pict from google]

Dari sini kita bisa sama-sama tau kalo gak semua kepengenannya ortu bisa kita wujudin, mungkin memang bisa tapi belum tentu bertahan lama kalo kitanya sendiri ngga nyaman ngejalaninnya. :)

Sekarang mulai merangkai mimpi-mimpi lagi yuk, 2014 siap mewujudkan resolusi baru kita tuh! :D

 [pict from google]

Saturday, November 30, 2013

NEW HOME NEW HABIT


Halo, kasur empuk bercorak bunga musim gugur bernama spring bed, salam kenal dari aku, teman tidurmu yang baru.

Aku baru saja datang dari kota nan berkilometer jauhnya dari sini, aku adalah perantau yang akan bertahun-tahun singgah disini untuk menimba ilmu.

Aku baru saja melepas sebuah kerelaan atas datangnya perpisahan, aku harus berpisah cukup lama dengan kasur lamaku yang berdipan dan bertabur empuk kapuk. Tak kalah rindunya dengan seisi kamar dan rumahku. Aku meninggalkan ‘mereka’ semua. Dan aku hanya membawa sebuah bantal bulat doraemon sebagai teman bermimpiku disini, sebagai wakil dari mereka semua.

Ruang tidurku yang biasa kusebut kamar pun tak seluas ruang ini, ruang yang sekarang menemaniku menulis ini.

Catnya juga tak berwarna serupa, bingkai pintunya saja yang bercorak manis kewanitaan, pink. Beda sedikit dengan corak bingkai jendela dan daun pintu kamarku yang berwarna ungu, warna yang seharusnya menjadi kesukaanku. Tapi sejak aku bertemu dengan pintu berwarna pink ini, warna kesukaanku sudah bukan ungu lagi. Warna perkenalanku dengan pink langsung membuatku jatuh cinta.

Kamarku yang dulu hanya berperabot meja belajar. Berbeda dengan kamar ini, bukan hanya meja belajar yang melengkapi kamar ini, ada lemari baju yang kusudutkan di depan kasurku, bersebelahan dengan printer yang kusejajarkan di sampingnya, juga ada ranjang untuk menaruh pakaian kotorku.

Iya, semua keperluanku sudah kuringkas rapi dalam ruang sederhana ini.

Bahkan meja belajarku yang sekarang bersifat mulifungsi karna benar saja, aku juga menyimpan persediaan makananku disalah satu rak sana, pun juga kebutuhan cuci mencuci.

Pakaian kotor yang teranggur diranjang itu, pakaian basah yang menggantung di jemuran, dan pakaian kering yang belum tersetrika sekarang menjadi bebanku, sudah bukan beban asistennya ibu dulu. Aku sedang tidak tinggal di rumahku yang dulu, yang apa-apanya selalu dibantu.

Aku harus pandai-pandai menyisihkan waktu untuk tetap menjalankan tugasku sebagai mahasiswa dengan memenuhi kebutuhanku sendiri, termasuk makan.

Kebutuhan makan 3x sehari itu tidak setiap hari kupenuhi, kadang tertanggal satu-dua kali hanya karna aku malas masak, aku malas keluar membeli makan, atau aku malas beranjak dari rutinitas untuk sekadar makan. Rumahku yang dulu menyiapkan segalanya itu; aku enak saja tinggal duduk manis di meja makan saat tiba waktunya makan. Semudah itu hidupku dulu.

Makan dan kebutuhan lainnya yang harus kubeli mewajibkanku untuk hemat dan cermat dalam mengatur uang harian. Sayangnya, akhir-akhir ini masih berantakan, aku suka sekali memakai uang sakuku sekenanya. Hey, aku tidak boleh boros! Hidupku masih sampai berhari-minggu-bulan ke depan.

Dan menghitung kalender sudah menjadi hobi baruku, mencari sela waktu kapan aku bisa kembali ke rumah untuk (kata orang) perbaikan gizi dan penambahan amunisi. Karena awal bulanku adalah hari kembalinya aku ke negri Cina* setelah pulang kampung.

Bangun pagiku. Sudah bukan suara ibu yang membuka pintu kamarku lagi yang membuatku bangun dari dunia harapan bernama mimpi. Alarm handphone yang menempati frekuensi paling sering dibuka karna aku menggantungkan sebagian ‘nyawa’ku disana selain, ya, tentu saja, sapaan pagi anak-anak kos.

Berbagi makanan, berbagi tempat menjemur, berbagi waktu untuk berbincang, saling berebut kamar mandi ketika sama-sama dapat jadwal kuliah pagi dan berbagai kebiasaan baru lainnya yang tak ku jumpai di rumahku yang dulu kini menjadi rutinitas baruku di sini.

Hidup mandiri bukan berarti sendiri. Keramaian bernuansa keluarga masih kudapatkan dari senda gurau teman satu kosan. Untungnya menyenangkan tinggal bersama mereka, mereka yang sama-sama baru ku kenal pribadinya secara dekat. Mereka yang bukan berasal dari kota yang sama denganku. Mereka yang menjadi alasan kenapa aku selalu ingin pulang.

Then I found my new home here.

Sekarang aku sudah keluar dari rutinitas anak sekolah yang mengutuk jadwal harianku. Bangun pagi-mandi-sekolah-pulang-tidur siang-nanana-tidur malam.

Aku bahkan lupa kalau aku punya waktu tidur harian yang kubuat sendiri. Semua yang terjadi disini mengalir begitu saja tak terjadwal. Hanya bergantung pada kapan aku membutuhkan, aku lakukan.

Pun termasuk jadwal kuliah yang sangat random; mengandalkan sms dari si pen-jarkom kelas. Bisa dibayangkan kan kalau ada tugas yang seharusnya dikumpul minggu depan mendadak harus dikumpul besok karna jadwal berubah?

Aku benar-benar belajar banyak dari sini karna pernah ketika itu kuliah dikabarkan dimulai pukul delapan pagi, sepuluh menit sebelum itu aku sedang dalam perjalanan dan kemudian terlayang pesan ‘kuliah pagi ini dibatalkan’ tau sendiri kan rasanya, mahasiswa? Bukan kesalahan bila aku selalu berangkat dimenit-menit terakhir menjelang kuliah dimulai. Setidaknya jarak kos-kampus tidak perlu ditempuh dengan kendaraan umum.

Pernah juga aku mengalami masa-masa selau bepergian dengan berjalan kaki. Walau jauh, namun sempat menjadi kebiasaan sebelum akhirnya aku meminta dikirimkan motor kesayangan untuk menolongku dari acaman; jalan terus ntar pahanya gede loh-_-. Selain beralasan menghemat waktu, sih.

Karna aku juga punya rutinitas lain selain kuliah;

Aku pernah mengikuti seleksi menjadi anggota BEM Kementrian Seni dan Budaya... but see? Aku gagal dalam tahap wawancara dan Allah dengan baiknya menukar kegagalanku itu dengan menjadikanku pengurus sebuah elkam (elemen kampus/ukm) yang dibawahkan KemSenBud. Sekretaris Sanggar Budaya Nusantara (https://www.facebook.com/groups/tarnustan/) periode 2013/2014.

Gagalku bukan sebagai penghalang untuk tetap berpartisipasi dalam acara-acara berbau kebudayaan Indonesia di kampus. Lucky me diberi kesempatan menjadi panitia acar besar kampus, yaitu Pekan Mahasiswa yang merupakan kerjasama Kemsenbud dan Kementrian Olah Raga. Dengan ini, aku telah memenuhi janjiku ketika wawancara BEM dulu; tetap berpartisipasi dalam acara budaya di kampus jika tidak terpilih menjadi pengurus.

Tidak diterimanya aku menjadi pengurus BEM tidak menghalangiku untuk terus bersosialisasi dengan banyak orang dan mencari relasi sebanyak-banyaknya. Jadilah sekarang aku bergabung dengan organisasi daerahku, IKMAS. Organisasi daerah untuk mahasiswa/i asal Semarang yang berkuliah di sini. Meskipun aku tak punya jabatan, aku memilih bergabung dalam panitia Acara Try Out bulan Desember nanti. Doakan segala sesuatunya lancar ya :).

Lalu aku diajarkan cara mengambil keputusan sendiri oleh semesta, banyak hal yang harus kuputuskan sendiri tanpa pertimbangan dari orang tua seperti sebelum-sebelumnya ketika masih tinggal satu atap bersama mereka. Termasuk menjadi sekretaris dan panitia acara besar.

Seperti opportunity cost dalam ekonomi, aku mau tidak mau menukar waktuku untuk menghadiri rapat-rapat tadi dan ya pastinya semakin banyak kesibukan semakin banyak pula masalah yang kuhadapi.

Kemudian aku belajar mengatasi masalah-masalah yang dengan mudahnya meguras air mata dan mengurangi waktu tidurku. Kombinasi atmosfer malam dengan sepinya itu paham bagaimana aku bersedih di setiap malam, terlebih jika sudah dibumbui dengan homesick. Ahh rasanya semakin berat menjalani hari esok.

Sebagaimana pun yang terjadi padaku di sini, aku berusaha mencintai segala sesuatuku yang baru ini karna aku sedang berjalan mengikuti alur cita-citaku.
Keep moving forward, Allah with you, Menur.


"Allah tidak selalu memberikan apa yang kita minta, tetapi Allah akan selalu memberikan
apa yang kita butuhkan".



30 November 2013
Masih dalam minggu-minggu UTS Perdana.
Berusaha menyingkirkan ketakutan akan sesuatu dengan menulis.
Terimakasih telah menyelesaikan membaca bacaan ini.
Semoga yang terbaik untukku, dan kamu, pembaca blogku {}.


*negri Cina: tempatku menimba ilmu (pepatah: tuntutlah ilmu sampai ke negri Cina)

Wednesday, October 9, 2013

Hujan Deras Sekali

Aku mengawali pagi
Dari dentang hujan yang tak kunjung berhenti
Serinai cahaya masuk lewat surga-surga udara
Menyesap kekosongan ruang
Menyulap menjadi kedinginan badan
Bak derasnya air yang mengalir diluar sana
Hujan memori mengiringi, memberkati setiap pagi
Dan memberi janji pada yang hadir hari ini
Tak pernah kurasa sendiri
Jika hujan sederas ini
Berteman guruh dan halilintar
Aku merindu lagi.

Entah mengapa hujan selalu menemaniku memberi inspirasi. Mengajak diskusi hati dan menyepakati janji-janji memori. Biar sejenak lalu pergi, aku menikmati.


Di ruang tv kos
7 Oktober 2013. 11:56

Monday, September 2, 2013

HAPPY BIRTH-engagement-DAY

LALALA YEYEYE
Welcome September Ceria \=D/

Before noted new story on new month let me share sumtin to y’all. Last month, August, kinda be my special month where my best people were born. Icha (August 2th), Mba Gita (August 25th), and Momski (August 30th). One of ‘em have own her special day; Mba Gita has just got her fiance, for sure, right on her 19th y.o. Oh God, You have met her life partner, then when it comes to me? This is more than sweet when i could see my bestfie found her true lover. 

For me, this is too fast. What i feel now is about having fun with friends, not really focus on future, moreover think about marriage, that’s not set yet on my mind. But, i should beat the reality, my others friend have married and am still dumb single. -_-. I know you both (Gita and her fiance, Kak Awan) for more than three years, so I trust you boy to keep my bestfie still BEST for me, so for you. 

Your engagement invitation came soon, not long after i sent my birthday wishes..

And she really got her special that day.


Here is the day you have waited for:
Happy BIRTH-Engagement-DAY
Gitta Nur Puji Astuti
&
Kak Awan





Good job boy, now you both are engaged!

 


I am quite happy for you both! Make it everlasting ;)

Congratulation Gita & Awan. For you, brotha, kindly be her THE ONLY ONE for ever.
I am waiting for ur wedding invitation 4 years later! :D

Friday, August 30, 2013

OSPEK KEDUA

Met malem gaes :))

Gue barusan pulang diospek nih. Gilak, berangkat jam setengah tujuh pagi nyampe rumah juga jam setengah tujuh 7 lagi. Dua beles jam tjoy! Widih kurang keren apa lagi ya fakultas gue ini :3

Tiap ospek wajib make ginian; pin bendera merah putih, pita kanan kiri (termasuk hijabers) pun juga cocard tanda pengenal ini. Semuanya kompak berwarna kuning. :D

Kata senior nih ya (baca: temen gue sendiri) ospek FEB undip udah yang paling enak, ngga ada tugas apa-apa. But see? Tugas menumpuxx, pake x, tiap hari.. Ye gue ngarti banget dah itu tugas berguna buat gue, bekal gue buat kuliah ntar. Ya karna gue pernah diospekin jadinya gue paham manfaat dari semua tugas dan segala tumpahan materi dari dosen ini *halah*. Tapi kan.. Guenya jadi gonduk gitu, ospek enaknya cuma berlaku ditahun kemarin doang, jadinya bawaannya sebel mulu karna udah keburu happy pas dikasih tau ospeknya enak. Tiap hari jadi males buat ngikutin ospek, secara, gue tau banget gimana capeknya berangkat pagi pulang sore tiap hari selama seminggu. Sebel juga sih kenapa harus ngulang kek gini lagi, but life is about choice :) Dan ini konsekuensi dari pilihan gue. Enjoy-in aja! :D

Oya, gue lebih suka nyebut pmb ini atau pengenalan kuliah ke maba (mahasiswa baru) sebagai OSPEK. Serah mo dikira kek gimana yang jelas gue lebih enak nyebutnya gitu. Padahal malah berkesan perploncoan gitu kan? Biarin :p Tapi aslinya engga kok, ALL IS REALLY WELL.

Sebenernya ospek kali ini lebih asik dari tahun kemarin. Iya, taun kemarin pas gue masih di unnes. Kali ini isinya banyak seru-seruannya, banyak banget gamesnya dan bisa bikin cepet akrab sama temen-temen sefakultas. Kakak-kakak seniornya juga pada tsakeub-cakep xD bikin betah diospekin *loh?* haha. Udah tjakeb, baik pula, dan gue paling melting liat cowo yang udah keren terus make jam tangan. Duh Gusti, tingkat kekerenannya jadi berlipat-lipat. HEHE. Semoga senior ngga baca. Baca juga gapapa deng, biar dicomblangin. EH. ngarep.

Bahagia sih, seneng sih.... Tapi yang gue rasain disana itu kek gue ‘asing’, ngga ada temen-temen gue (seangkatan). Padahal temen ospek adalah sebener-benernya temen gue karna mereka lahir di tahun yang sama kek gue. 1995. Tapi kok gue ngga ngerasa nyaman ada diantara mereka :”). Eum, mungkin belum nyaman aja kali ya. Mereka sebenernya juga pada baik-baik ke gue, tapi ngga ada yang bisa gue deketin sebagai temen kemana-mana. Dulu gue punya sasha yang sekali kenal bisa langsung akrab, bahkan mau tunggu-tungguan lama pas verifikasi. Sekarang ngga ada, atau guenya yang ngga berusaha nyari buat ada? Entahlah. Gue juga  udah berusaha ngajak banyak orang buat kenalan. Ya buat formalitas aja sih habis itu langsung lupa namanya :p kecuali dese menarik. Menarik disini bukan berarti secara fisik loh ya, menariknya juga asik diajakin ngobrol apa aja nyambung. Tapi ya seakrab-akrabnya gue sama mereka rasanya tetep aneh, kaya ngga pas.

Mungkin semuanya kek gini karna gue masih nunggu sesuatu lagi, yang kepastiannya masih minggu depan. Ada hubungannya sama tempat kuliah baru (iya, lagi). Dan doain gue yang terbaik ya :”) Biar kuliah gue selanjutnya lancar ampe kelar. Amin. Gue baru bisa ngasih kode doang sih itu maksudnya apa. Ntar kalo udah pasti, gue ceritain lagi...

Hehe segini dulu ya, gue mau bobok lucu dulu. Besok harus berangkat pagi banget buat siapin ospek terakhir, PENSI. Wohooo, kelas gue konsepnya keren banget inih dan gue berani buat partisipasi dipenampilan besok. Doain lancar ya, guenya nggak grogi :D.  Maaciw :3


Betewe, SELAMAT ULANG TAHUN IBUKNYA AKU! :* ({})



30 Agustus 2013.